BPJS Ketenagakerjaan Memberikan Pelatihan Kecakapan Hidup Untuk Meningkatkan Keterampilan Kerja Bagi PMI Pascakerja


Pemerintah Kabupaten Cirebon Cirebon bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyelenggarakan pelatihan kecakapan hidup bagi PMI Pasca Penempatan. Acara yang dihadiri oleh 100 peserta ini dibuka secara resmi oleh Bupati Cirebon Imron Roziadi, Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK dan Kunto Wibowo, Wakil Direktur Kebijakan Operasional Program.

Kabupaten Cirebon, salah satu hanggar PMI di Jawa Barat, kerap menjumpai banyak TKI yang bekerja di luar negeri tanpa keahlian khusus. Hal ini pada akhirnya akan berdampak pada saat mereka kembali ke tanah air dan berpotensi meningkatkan pengangguran di wilayah tersebut.

Baca juga

Kurangnya pengelolaan keuangan juga menyebabkan PMI melakukan perilaku belanja yang menggunakan pendapatan yang diperoleh untuk tujuan yang kurang bermanfaat.

Untuk itulah BPJAMSOSTEK bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Cirebon menyelenggarakan pelatihan bagi PMI Pasca Penempatan. Pelatihan yang ditawarkan terdiri dari digital marketing dan food processing.

Emron dalam sambutannya mengatakan bahwa selama ini PMI telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap devisa negara. Oleh karena itu, kepedulian Philip Morris International (PMI) dan keluarganya patut mendapat perhatian khusus dari pemerintah.

“Kami sebagai pemerintah daerah menyambut baik kerjasama BPJS Rekrutmen untuk memberikan pelatihan vokasi bagi PMI Pasca Penempatan di Kabupaten Cirebon, dan kami berharap kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu syarat PMI Pasca Penempatan Kewirausahaan. Semoga, melalui kegiatan ini, para pekerja dari luar negeri bisa mendapatkan keterampilan yang mereka butuhkan setelah mereka kembali ke tanah air dan memberikan kesempatan kerja bagi teman dan lingkungan.”

Sementara itu secara terpisah, Direktur Pelayanan BPJAMSOSTEK Roswita Nila Kurnia mengatakan selain teknologi, peserta mendapatkan perlindungan jaminan sosial selama tiga bulan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

Setelah mengikuti pelatihan, Roswita berharap PMI menjadi pengusaha UMKM dan terus berpartisipasi secara mandiri di BPJAMSOSTEK dengan biaya yang sangat terjangkau mulai INR 16.800 per bulan.

Seperti yang dijelaskan Rosuetta: “BPJAMSOSTEK kini terlibat langsung dan bermaksud untuk turut serta memperkuat kapasitas PMI pascakerja setelah kembali ke Indonesia. Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan pengurangan pengangguran serta peningkatan kemiskinan akibat PMI pascakerja.”

Seperti yang diyakini Roswita bahwa semua pekerjaan berisiko, pemerintah melalui BPJAMSOSTEK memberikan jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT) dan jaminan hari tua (JP).) dan jaminan kehilangan pekerjaan ( JKP).

Seperti yang dijelaskan Roswita: “Kami berharap pelatihan ini akan berdampak positif bagi keberlanjutan pendapatan PMI setelah bekerja dan akan berdampak langsung pada perekonomian wilayah Kabupaten Cirebon.”

(*)